Domain .id Lebih Aman dari .com

Jakarta – Untuk menghindari penipuan online yang semakin marak, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menyarankan agar para pebisnis di dunia maya untuk menggunakan domain .id yang diklaim lebih aman.

Saat ini memang banyak sekali toko online abal-abal yang melakukan berbagai aksi penipuan, dan kebanyakan dari mereka menggunakan domain gratisan atau domain yang mudah didapat seperti .com.

Nah, kemudahan mendapatkan domain itulah yang dianggap menjadi salah satu penyebab makin maraknya pertumbuhan toko online palsu di Indonesia. Bahkan berdasarkan data dari Batam Watch saat ini setidaknya ada 1.103 situs palsu yang beredar di Tanah Air.

Untuk meredam pertumbuhan tersebut, Pandi menyarankan agar para pengusaha di dunia maya untuk menggunakan domain yang dikelola oleh bangsa sendiri, dalam hal ini adalah domain .id.

“Bukan hanya sekadar untuk rasa nasionalis, kami mengajak untuk memakai domain .id juga karena lebih aman,” kata Ketua Pandi, Sigit Widodo saat menghadiri seminar Vaksincom di Bellagio Mall, Selasa (20/11/2012).

Menurut Sigit, ada beberapa hal yang membuat domain .id itu lebih aman dari .com atau domain lain yang mudah didapat. Salah satunya adalah mekanisme pendaftaran yang mensyaratkan pengguna memakai dokumen yang sah.

Domain .id sendiri dibagi menjadi beberapa bagian, misalnya .gov.id, .mil.id, .co.id, .ac.id, .web.id dan lainnya. Semua domain tersebut mensyaratkan ketentuan khusus jika Anda ingin menggunakannya.

Umpamanya .gov.id yang hanya bisa digunakan oleh intansi pemerintah, bukan pibadi atau pejabat. Kemudian .co.id yang hanya bisa dipakai oleh para pebisnis, dan .web.di yang bisa dipakai untuk pribadi dengan menunjukan data diri yang sah.

“Persyaratan itu juga yang membuat domain .id kurang diminati, tapi hal ini kami lakukan demi keamanan,” jelas Sigit.

Meski demikian, pengguna domain .id diakui Sigit masih terus tumbuh cepat dengan angka terakhir mencapai 95 ribu domain aktif. Jumlah tersebut diprediksi terus melonjak hingga mencapai 100 ribu di akhir 2012.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *